Pembelajaran
Geografi
a.
Geografi
Geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu “geo” yang artinya bumi dan “graphein” yang artinya lukisan atau
tulisan. Jadi menurut asal katanya geografi adalah tulisan atau lukisan tentang
bumi.
Menurut hasil seminar dan lokakarya Ikatan Geografi
Indonesia di Semarang tahun 1988 mengemukakan geografi adalah ilmu yang
mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut
pandang kelingkungan, kewilayahan dan keruangan. (Sumaatmadja, 2001: 11). Dari
pengertian ini maka yang menjadi objek studi geografi adalah geosfer yaitu permukaan bumi yang
terdiri atas lapisan udara (atmosfer),
lapisan batuan (litosfer), lapisan
air (hidrosfer), lapisan kehidupan (biosfer), dan lapisan manusia (antroposfer).
b.
Pembelajaran
Geografi
Pembelajaran
adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
lingkungan belajar. Interaksi peserta didik dengan lingkungan belajar dirancang
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sanjaya (2008: 129) mendefinisikan istilah
pembelajaran sebagai berikut: pembelajaran pada dasarnya aslah proses
penambahan informasi dan penilaian baru.
Dalam
pembelajaran terdapat beberapa prinsip yang dapat diterapkan di sekolah yaitu:
1)
Prinsip
perhatian dan motivasi,
2)
Prinsip
transfer dan retensi,
3)
Prinsip
keaktifan,
4)
Prinsip
keterlibatan langsung,
5)
Prinsip
pengulangan,
6)
Prinsip
tantangan,
7)
Prinsip
balikan dan penguatan,
8)
Prinsip
perbedaan individual (Aunurrahman, 2013: 114).
Pembelajaran
merupakan penataan informasi dan lingkungan guna memudahkan belajar. Lingkungan
yang dimaksud, tidak hanya tempat di mana pembelajaran itu berlangsung, tetapi
juga metode, media dan peralatan yang diperlukan untuk menyampaikan informasi
dan mengarahkan belajara pada pembelajaran.
Adapun
tujuan pelaksanaan pembelajaran di sekolah yaitu:
1)
Tujuan pembelajaran ranah kognitif,
yaitu mengelompokkan ranah kognitif dalam enam kategori meliputi pengetahuan
kognitif tingkat pengetahuan (C1), pemahaman (C2), penerapan (C3), analisis
(C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6).
2)
Tujuan pembelajaran ranah afektif, yaitu
menggambarkan proses seseorang dalam mengenali dan mengadopsi suatu nilai dan
sikap tertentu menjadi pedoman dalam bertingkah laku. Tujuan pembelajaran ini
meliputi pengenalan, pemberian respon, penghargaan terhadap nilai, pengorganisasian,
dan pemeranan.
3)
Tujuan pembelajaran ranah psikomotorik,
yang meliputi peniruan, manipulasi, ketetapan gerakan, artikulasi, dan
naturalisasi (Hosnan, 2014: 11-12).
Pembelajaran
geografi pada hakikatnya adalah pembelajaran tentang aspek-aspek keruangan
permukaan bumi yang merupakan keseluruhan gejala alam dan kehidupan umat
manusia yang bervariasi kewilayahannya. Adapun beberapa jenis hakikat dari
geografi yaitu:
1)
Geografi sebagai ilmu pengetahuan
biofisis, apabila yang dipelajari berupa geografi fisis dan geografi biotis
yang mendasari telaah atas seluk beluk tanah
2)
Geografi sebagai relasi timbale balik
manusia alam, apabila yang dibahas itu topik-topik dalam geografi sosial,
seperti pengangguran, migrasi, kelaparan, dan lain sebagainya
3)
Geografi sebagai ekologi manusia,
apabila menelaah adaptasi manusia terhadap habitatnya dan biomanya
4)
Geografi sebagai telaah bentang alam (landscape study), seperti bidang
geomorfologi yang dikupas secara mendalam, misalnya daerah karst, pantai yang
datar, pegunungan lipatan, dan lain sebagainya
5)
Geografi sebagai telaah tentang sebaran
gejala alam atau gejala sosial tertentu. Misalnya geografi gunung berapi,
geografi tanah gambut, geografi kesehatan, dan lain-lain sebagainya
6)
Geografi sebagai teori tentang tuang
bumi (earth space theory), membahas
tentang adaptasi keruangan manusia dalam berperilaku secara spatial, misalnya kota-kota yang semakin
pada penduduknya (Daldjoeni, 2014: 29-30)
Dengan
kata lain pembelajaran geografi merupakan pembelajaran tentang hakikat geografi
yang diajarkan disekolah dan disesuaikan dengan perkembangan mental peserta
didik pada jenjang pendidikan masing- masing. Menurut Sumaatmadja (2001: 21)
ruang lingkup pembelajaran geografi meliputi:
1)
Alam
lingkungan yang menjadi sumber daya bagi umat manusia.
2)
Penyebaran
umat manusia.
3)
Interaksi
keruangan umat manusia dengan alam lingkungan yang memberikan variasi terhadap
ciri khas tempat- tempat dipermukaan bumi.
4)
Kesatuan
regional yang merupakan permaduan matra darat, air dan udara.
Pembelajaran geografi dapat mengembangkan kemampuan
intelektual tiap orang atau peserta didik yang mempelajarinya. Geografi dapat
meningkatkan rasa ingin tahu, daya untuk melakukan observasi terhadap alam,
melatih ingatan dan citra terhadap kehidupan dengan lingkungan dan dapat
melatih kemampuan memecahkan masalah kehidupan yang terjadi sehari- hari.
Fairgrive (Sumaatmadja, 2001: 16), menyatakan bahwa
pendidikan dan pembelajaran geografi berfungsi untuk: (1) mengembangkan kemampuan
calon warga masyarakat yang akan datang untuk berfikir kritis terhadap masalah
di sekitarnya, (2) melatih untuk cepat tanggap terhadap kondisi lingkungan, (3)
pembelajaran geografi dapat digunakan sebagai sarana memanusiakan manusia.
Penggunaan materi dalam pembelajaran geografi
terdiri dari kehidupan manusia dalam masyarakat alam, lingkungan, dan segala
sumber dayanya, region-region di permukaan bumi, serta bukit-bukit. Dengan
demikian segala kenyataan yang ada dan yang terjadi dipermukaan bumi, baik yang
berkenaan dengan alam lingkungan dengan segala prosesnya menjadi sumber
pembelajaran geografi. Di samping berbagai gejala dan kehidupan di permukaan
bumi, buku-buku dan kepustakaan yang berkenaan dengan geosfer juga dapat
menjadi sumber yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran geografi
(Sumaatmadja, 2001: 13).
Mata pelajaran geografi dalam kurikulum 2013
ditetapkan memiliki empat Kompetensi Inti (KI) yaitu kompetensi aspek
menghayati dan mengamalkan ajaran agama, kompetensi aspek afektif, kompetensi
aspek kognitif, dan kompetensi aspek psikomotorik. Pada aspek kognitif dan
psikomotor, mata pelajaran geogarfi membekali peserta didik untuk mampu
menganalisis keterkaitan antara dua atau lebih faktor atau variabel, menentukan
underlying concept/theory geografi, mengevaluasi, dan mencipta
gagasan yang bersifat original terkait dengan objek kajian geografi. Pada aspek
afektif diharapkan dapat membangun kemampuan peserta didik untuk bersikap,
bertindak cerdas, arif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi masalah sosial,
ekonomi, ekologis, dan kebencanaan. Selanjutnya setelah keseluruhan proses
pembelajaran dilalui, peserta didik diharapkan mampu mencapai Kompetensi Inti
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Selain itu, dalam rangka mengamalkan wilayah dan
potensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kajian materi geografi pada
Kurikulum 2013 dilengkapi dengan contoh dan kasus yang terjadi di tanah air.
Dengan cara demikian, geografi diharapkan dapat menjadi bagian dalam memupuk
sikap dan perilaku cinta tanah air, menanamkan kebanggaan sebagai bangsa
Indonesia, dan tanggung jawab terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.
Mata pelajaran geografi bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut:
1)
Memahami pola spasial, lingkungan dan
kewilayahan, serta proses yang berkaitan dengan gejala geosfera dalam konteks
nasional dan global
2)
Menguasai keterampilan dasar dalam
memperoleh data dan informasi, menerapkan pengetahuan geografi dalam kehidupan
sehari-hari, dan mengomunikasikannya untuk kepentingan kemajuan bangsa
Indonesia
3)
Menampilkan perilaku peduli terhadap
lingkungan hidup dan memanfaatkan sumber daya alam secara arif memiliki
toleransi terhadap keragaman budaya bangsa
4)
Menampilkan perilaku cinta tanah air,
bangga sebagai bangsa Indonesia, dan bertanggung jawab terhadap keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945
(Lampiran Permendikbud No. 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Strukutr
Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah).
Ruang
lingkup mata pelajaran geografi melupiti aspek-aspek sebagai berikut:
1)
Pengetahuan dasar geografi dan
langkah-langkah penelitian geogarfi terhadap fenomena geosfera
2)
Hubungan antara manusia dengan
lingkungan sebagai akibat dari dinamika geosfera
3)
Kondisi geografis Indonesia untuk
ketahanan pangan nasional, penyediaan bahan industri, dan energi alternatif
4)
Sebaran barang tambang di Indonesia
berdasarkan nilai strateginya
5)
Mitigasi dan adaptasi bencana alam
dengan kajian geografi
6)
Dinamika dan masalah kependudukan serta
sumber daya manusia di Indonesia untuk pembangunan
7)
Keragaman budaya bangsa sebagai
identitas nasional dalam konteks interaksi global
8)
Kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber
daya alam bidang pertanian, pertambangan, industri, dan pariwisata
9)
Pelestarian lingkungan hidup kaitannya
dengan pembangunan yang berkelanjutan
10)
Pengetahuan dan pemanfaatan citra
penginderaan jauh, peta, Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk kajian
pembangunan
11)
Pola persebaran, interaksi spasial, dan
perwilayahan dalam perencanaan pembangunan
12)
Kajian kondisi geografis negara maju dan
negara berkembang untuk terjalinnya hubungan yang saling menguntungkan
(Lampiran Permendikbud No.69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur
Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah).
untuk daftar pustaka, wani piro?
081239248164
Tidak ada komentar:
Posting Komentar